Termahar Keris Sangkelat Buntel Mayit

 

Category: Tag:

Description

Termahar Keris Sangkelat

SOLD OUT

Keris luk 13 (Tiga Belas)

Dhapur keris : SANGKELAT
Tangguh : Kamardikan (Era setelah kemerdekaan RI)
Pamor : Buntel Mayit
Warangka : Sandang walikat ukir

Ukuran bilah :

  • Panjang bilah : 35 cm
  • Panjang pesi  : 7 cm
  • Berat bilah      : 165 gram

Ulasan :
Luk 13 (Tigabelas), melambangkan permohonan kepada Tuhan agar pemilik keris itu memiliki ambisi besar dalam usaha meraih kedudukan tinggi, baik sosial maupun ekonomi.
Sangkelat, ada yang menyebutnya Sangkelat, adalah salah satu bentuk dhapur luk tiga belas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Dhapur Sangkelat mirip dengan keris dhapur Parungsari. Bedanya, pada Sangkelat lambe gajah-nya hanya satu, sedangkan pada Parungsari dua buah. Keris dhapur Sangkelat mudah dijumpai karena banyak jumlahnya dan salah satu dhapur klangenan yang dianggap wajib dimiliki oleh Pecinta Tosan Aji. Selain keris pusaka Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, ada beberapa pusaka milik keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sangkelat. Keris-keris itu adalah KK Laken Manik, KK Naga Puspita, KK Tejokusumo.
(Baca juga Legenda Kyai Sangkelat pada masa Kerajaan Majapahit).
Pamor Buntel Mayit, atau ada yang menyebutnya pamor Mbuntel Mayit adalah salah satu motip pamor keris atau tosan aji yang lain dengan pola garis-garis pamor yang melilit di bilah pusaka seperti belitan kain yang menyelimuti seluruh badan bilah pusaka.
Pamor buntel mayit tergolong pamor rekan, yaitu pamor yang dalam proses pembuatannya telah dirancang terlebih dahulu oleh Sang Empu pembuatnya.
Kalau dilihat dari cara proses pembuatannya, pamor buntel mayit meerupakan pamor puntiran, yaitu perpaduan antara pamor mlumah dan pamor miring, karena saton keris ini dipilin lenih dahulu sebelum dibentuk menjadi kodokan keris.
Dalam dunia perkerisan, banyak para pecinta keris yang beranggapan bahwa pamor buntel mayit tuahnya kurang baik, tetapi ada sebagian lagi yang berpendapat bahwa memudahkan mencari rejeki dan bahkan akan memberikan kekuatan bagi pemiliknya dan mampu melindungi pemiliknya dari marabahaya.
Dari sifat pamornya, pamor ini sangat pemilih.
Info lebih lanjut, hubungi :
Admin bursakeris.com lewat Telp/SMS/WA di Beranda atau di Blog kami.