Kisah Legenda Keris Sabuk Inten
Keris Pusaka Kanjeng Kyai Sabuk Inten, diciptakan pada masa Kerajaan Majapahit ahir .
Keris ini dibabar oleh Empu-empu majapahit yang diketuai oleh Empu Supo
Dalam beberapa catatan , jumlahnya mencapai 800 empu dan disebut dengan nama Empu DOMAS ( Domas,menurut Kamus Bahasa Sunda-Inggris,Jonathan Rigg,1862;berarti 800 dengan asal kata Dwa artinya dua dan Mas artiya 400)
Jadi bukan Empu Domas nama seorang empu yang mengabdi pada masa awal berdirinya kerajaan Majapajit.
Dalam buku Ensiklopedi Keris menceritakan bahwa empu Supo Anom juga membuat keris Sabuk Inten sebagai syarat mengabdi ke Kesultanan Demak.
Memang ada beberapa catatan dalam buku perkerisan yang membingungkan kita akan sejarah siapa yang menciptakan keris sabuk inten ini.
Keris Sabuk Inten mulai terkenal dimasyarakat umum sejak tahun 1970,karena disebut-sebut dalam buku cerita Silat Jawa berjudul “Nagasasra Sabukinten” karya S.H.Mintarja.
Lagipula Keris Sabuk Inten dianggap  wajib untuk dimiliki oleh Kolektor Keris pada umumnya.

 

FILOSOFI KERIS SABUK INTEN :
Keris Sabuk Inten sebagai lambang kekayaan.kemuliaan.dan kemewahan .
Diambil dari arti kata sabuk dan inten,bagi orang jawa .usaha dengan sungguh-sungguh serta laku prihatin untuk mencapai cita-cita disimbolkan dengan Sabuk ,atau istilahnya : mengencangkan ikat pinggang. Dalam bahasa jawanya ” sregep iku agawe kamulyan ” artinya berusaha dengan sungguh-sungguh menjadikan kemuliaan / kejayaan.
Kemewahan duniawi ,sukses mulia disimbolkan dengan Inten . Inten adalah batu mulia yang gemerlapan jika terkena cahaya , begitu juga dengan kehidupan yang bergelimangkan harta diibaratkan gemerlapnya inten.
Itu falsafah Keris Sabuk Inten yang mengandung harapan agar orang yang mempunyai keris ini , hidupnya mulia, kaya raya dan mudah menggapai semua cita-citanya.

 

PAMOR WOS WUNTAH :

Pamor Beras Wuntah atau dalam bahasa jawa disebut Pamor Wos Wuntah merupakan pamor yang paling umum dan banyak dijumpai dalam dunia perkerisan. Pamor ini tergolong dalam pamor Tiban.
Dalam semua keris yang ada, yang pernah dibuat Empu, mungkin lebih dari 50 % berpamor beras wuntah. Variasi bentuk pamor ini amat banyak, dan sebagian agak mirip dengan pamor Ngulit Semongko, Pulo Tirto, dan Pendaringan Kebak.
Dalam motif pamor ini, kadang terselip satu atau beberapa pamor titipan.Ada yang tiban dan ada pula yang rekan.
Ada baiknya diketahui bahwa nama Wos Wuntah artinya Beras Tumpah.
Ditinjau dari sudut Tuahnya, sebagian besar pamor Wos Wuntah memiliki tuah yang baik dan sifatnya tidak pemilih. Artinya, pamor ini akan sangat cocok dengan semua orang yang memilikinya.
Secara umum Pamor Wos Wuntah disebut pamor kerejekian, artinya pamor ini sebagai simbol harapan atau doa agar pemiliknya mendapat rejeki yang banyak dari berbagai sumbernya dan dimudahkan dalam mencari rejeki oleh Tuhan. Diibaratkan beras yang tumpah berserakan di tanah, bertebaran diberbagai tempat, begitulah rejeki yang telah Tuhan sediakan untuk umatnya, tinggal kita berusaha mendapatkannya.
Didalam ilmu perkerisan, sudah sangat populer bahwa Tuah pamor Wos Wuntah / Beras Wuntah adalah untuk mendatangkan rejeki.