Trisula adalah tombak bermata tiga

TRISULA

TRISULA

Trisula tombak bermata tiga atau lebih jelasnya, trisula meupakan jenis dapur tombak yang mempunyai tiga buah ujung yang runcing.

Seperti jenis tombak pada umumnya, trisula juga mempunyai methuk dipangkal bilah atau diatas pesinya. Methuk yang terdapat pada trisula biasanya merupakan methuk sunsun (iras) atau methuk yang menyatu dengan pesinya, jadi tidak terpisah.

Tombak dapur trisula ini pada umumnya merupakan tombak pusaka yang tidak digunakan sebagai senjata pertempuran. Hal ini dikarenakan kepercayaan dimasyarakat dan dalam agama hindu bahwa tombak trisula adalah salah satu pusaka Dewa Shiwa. Berawal dari kepercayaan tersebut, tombak berdapur trisula ini lebih banyak disimpan di dalam keraton atau rumah.

 

Bentuk dari dapur tombak trisula banyak ragamnya, ada yang lurus, ada yang luk tiga, ada yang luk lima, dan ada yang kombinasi antara luk dan lurus yaitu mata bilah yang tengah berbentuk luk dan mata bilah yang sebelan kanan kirinya berbentuk lurus.

Karena tombak trisula ini lebih banyak digunakan sebagai pusaka, maka sebagian tombak trisula sering dihiasi kinatah emas. Sehingga tampak indah dan menawan, juga menjadi karya seni tosan aji yang patut dihargai.

Di daerah melayu, seperti deli, kepulauan riau dan semenanjung malaya, tombak berdapur trisula ini dinamakan Serumpang atau Serampang. Selain di Indonesia dan Malaysia, tombak trisula ini juga ada di daratan cina. Akan tetapi Trisula yang berada di daratan cina dibuat semata-mata sebagai alat atau senjata perang, sedangkan bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan trisula yang berada di Jawa atau di malaya.

Jadi seperti halnya tombak dan keris lainnya, trisula juga salah satu jenis pusaka yang dibuat oleh para empu nusantara sebai salah satu pusaka dan benda hasil budaya Nusantara.